Di Kemukiman Lampuuk, Aceh Besar, kami percaya bahwa semangat untuk berkarya tidak pernah mengenal usia. Setiap perempuan memiliki potensi, pengalaman, dan cerita yang layak untuk terus tumbuh dan dibagikan. Dari keyakinan inilah lahir Batik Tulis dan Ecoprint Lampuuk (BALISCOMALA), sebuah program pemberdayaan perempuan yang menghadirkan ruang bagi para ibu dan perempuan lansia untuk kembali berkarya, belajar, berkreasi, sekaligus membangun kemandirian melalui keterampilan yang memiliki nilai ekonomi dan budaya.
Program ini berawal dari Kelompok Taman Baca Masyarakat (TBM) Seulanga, sebuah kelompok yang sebelumnya bergerak dalam kegiatan literasi masyarakat dan merupakan mitra dari Dinas Perpustakaan serta Kementerian Sosial. Dari semangat belajar dan berkumpul tersebut, para anggota kemudian mengembangkan kegiatan mereka ke bidang keterampilan kreatif, khususnya batik tulis dan ecoprint. Perjalanan ini menjadi bukti bahwa sebuah kelompok masyarakat dapat terus berkembang ketika diberikan kesempatan, pendampingan, dan ruang untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.
Kini, BALISCOMALA beranggotakan 18 perempuan yang sebagian besar merupakan ibu dan perempuan lansia. Usia tidak menjadi batas bagi mereka untuk belajar hal baru. Dengan penuh kesabaran, mereka mulai mengenal teknik mencanting, membuat pola, memilih warna, hingga memanfaatkan berbagai jenis daun dan tumbuhan di sekitar sebagai sumber motif alami dalam proses ecoprint. Tangan-tangan yang mungkin dahulu lebih banyak digunakan untuk mengurus keluarga, kini kembali menghasilkan karya yang penuh makna.
Dari proses belajar tersebut, lahirlah “Si Oen Ija”, sebuah mahakarya yang memadukan keindahan batik tulis dengan keunikan jejak alami ecoprint. Setiap lembar kain memiliki karakter yang berbeda karena dibuat melalui proses manual dan sentuhan tangan para anggota kelompok. Tidak ada satu pun motif yang benar-benar sama. Setiap garis canting, perpaduan warna, serta bentuk daun yang tercetak menjadi bagian dari cerita perjalanan mereka.
Di balik setiap helai kain “Si Oen Ija”, tersimpan lebih dari sekadar keindahan sebuah produk. Ada tawa, kebersamaan, kesabaran, ketekunan, dan keberanian untuk mencoba kembali. Ada pula semangat para perempuan yang ingin membuktikan bahwa usia bukanlah alasan untuk berhenti produktif. Justru melalui kegiatan ini, mereka menemukan kembali rasa percaya diri, ruang untuk bersosialisasi, serta kesempatan untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitarnya.
Kehadiran PT Solusi Bangun Andalas menjadi bagian penting dalam perjalanan pengembangan BALISCOMALA. Melalui dukungan dan pendampingan program pemberdayaan masyarakat, PT Solusi Bangun Andalas turut membuka ruang bagi kelompok untuk mengembangkan keterampilan, meningkatkan kualitas produk, serta mendorong agar hasil karya mereka memiliki peluang untuk dikenal lebih luas. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada menghasilkan produk, tetapi juga pada bagaimana kelompok dapat tumbuh menjadi komunitas yang semakin mandiri dan berkelanjutan.
Bagi PT Solusi Bangun Andalas, pemberdayaan masyarakat bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi bagaimana menciptakan kesempatan agar masyarakat dapat menemukan dan mengembangkan potensi yang mereka miliki. BALISCOMALA menjadi salah satu contoh bahwa potensi lokal dapat dikembangkan menjadi karya kreatif yang memiliki nilai budaya sekaligus nilai ekonomi.
Lebih jauh, batik tulis dan ecoprint menjadi media untuk menghubungkan tradisi, alam, dan pemberdayaan perempuan. Motif batik membawa kekayaan budaya, sementara ecoprint memanfaatkan keindahan alam sekitar sebagai sumber inspirasi. Keduanya berpadu menjadi karya yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan dan menghargai potensi lokal.
Kini, perjalanan BALISCOMALA terus berkembang. Dari sebuah kelompok yang berawal dari aktivitas literasi melalui TBM Seulanga, mereka tumbuh menjadi kelompok perempuan yang berani melangkah ke dunia kreatif dan kewirausahaan. Harapannya, ke depan BALISCOMALA tidak hanya mampu menghasilkan kain dan produk kerajinan yang berkualitas, tetapi juga dapat menjadi wadah belajar bagi perempuan lainnya, membuka peluang ekonomi, serta menjadi bagian dari pengembangan UMKM kreatif di Kemukiman Lampuuk.
BALISCOMALA bukan hanya tentang batik dan ecoprint. Ini adalah cerita tentang perempuan yang tidak pernah berhenti belajar, tentang tangan-tangan yang kembali berkarya, dan tentang semangat untuk terus memberikan manfaat meski usia terus bertambah.
Karena bagi mereka, berkarya bukan tentang seberapa muda usia kita, tetapi tentang seberapa besar semangat kita untuk terus menciptakan sesuatu yang berarti. Dari Lampuuk, mereka menenun cerita, mengukir harapan, dan menghadirkan karya yang membuktikan bahwa semangat untuk berkarya memang tidak pernah mengenal kata tua.